Info Lengkap & Konsultasi Produk Kami :

Hubungi : Ahmad Tarmizi (Mizi)
SMS/WA : 0853-6656-9372


INDUSTRI RUMAH KAYU KNOCK DOWN :
Menerima Pemesanan Rumah Kayu Untuk Rumah Tinggal, Villa, Cottage, Bungalow, Kantor, Mess Karyawan, Musholla, Restoran, Gazebo, Rumah Kebun

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef
"Menerima Pesanan Rumah Kayu untuk Rumah Tinggal, Villa, Cottage, Bungalow, Kantor, Mess Karyawan, Musholla, Restoran, Gazebo, Rumah Kebun, dll"

Alamat :
Jln. Pendidikan No.86
Desa Tanjung Batu Seberang,
Kec. Tanjung Batu, Kab. Ogan Ilir
Sumatera Selatan

Rumah Lumbung di Bali



Rumah Lumbung ini adalah buatan "Ori Rumah Knock Down", salah satu Pengrajin rumah kayu bongkar pasang yang berada di Desa Tanjung Batu Seberang / Tanjung Baru Petai. Rumah ini sudah terpasang di Bali.

Bila Anda berminat dengan rumah tipe ini, silahkan menghubungi bagian marketing kami di atas.

Terima kasih,
Admin
Readmore »» Rumah Lumbung di Bali

Rumah 6 x 8 m




Pemilik Rumah : Bpk. Herliansyah (Lilin)
Marketing : Ahmad Tarmizi (Mizi)
Readmore »» Rumah 6 x 8 m

RISHA, Rumah Knock-Down Made in Indonesia

RISHA, Rumah Knock-Down Made in Indonesia - Negara Asia yang sering dilanda gempa, seperti Jepang mempunyai teknologi pembangunan rumah yang sangat fleksibel; cepat dibangun, dapat berpindah tempat dan tahan terhadap gempa. Teknologi ini disebut EDV (Emergency Disaster Vehicle). Dengan tujuan yang sama, Indonesia melalui hasil produk PU yang telah dipatenkan, membuat teknologi yang tidak kalah spektakuler bernama RISHA. RISHA adalah akronim dari Rumah Instan Sederhana Sehat.




Indah kan, rumah RISHA?
Dibandingkan dengan pembangunan rumah konvensional, RISHA memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:

1. Pembangunan lebih CEPAT

Pembangunan rumah metode RISHA menggunakan modul atau istilah lainnya MAL. Modul ini memiliki beberapa ukuran tertentu yang nantinya akan membentuk ukuran ruangan. Contoh ukuran ruangannya: 1,8 m x 1,8 m, 1,8 m x 3 m atau 3 m x 4,2 m. Dengan menggunakan modul, pembangunan Rumah RISHA tipe 36 m2 hanya membutuhkan waktu selama 2 hari.

Bandingkan dengan pembangunan rumah konvensional ukuran 36 m2 yang membutuhkan waktu kurang lebih 60 hingga 90 hari. Cepatnya membangun RISHA ibaratnya menunggangi mobil Ferrari yang melaju kencang dalam perlombaan F1. Asyik kan?

2. Harga lebih MURAH

Rumah RISHA tetap menggunakan beton bertulang sebagai komponen struktur utama seperti fondasi, sloof, balok, kolom dan kuda-kuda. Bahkan untuk bagian struktur bangunan yang lain seperti drainase atau carport. Komponen Rumah RISHA ini terlebih dahulu sudah dicetak di perusahaan beton pra-cetak. Harganya lebih murah karena kebutuhan akan bahan bangunan lebih presisi. Artinya tidak akan ada material sisa. Rumah RISHA tipe 36 m2 hanya dibangun selama 2 hari dan hanya membutuhkan 3 orang pekerja.

Hal ini tentu sangat meringankan biaya pembangunan rumah. Sungguh sangat menggiurkan ya......  Seperti yang kita tahu, 50% komponen biaya pembangunan sebuah rumah konvensional adalah biaya pembayaran tukang dan laden (pembantu tukang).

3. Lebih RAMAH LINGKUNGAN

Isu lingkungan utama dalam pembangunan rumah konvensional adalah pencemaran udara dan pencemaran suara. Ini sangat wajar mengingat penggunaan pasir dan semen tentu akan menimbulkan debu yang cukup banyak. Debu-debu ini dapat menyebabkan sesak nafas dan radang tenggorokan bila terlalu lama menghirupnya. Sementara itu suara-suara bising muncul dari hilir mudik kendaraan besar serta mesin-mesin seperti mesin molen, mesin pemotong keramik dan tentunya mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Untuk metode RISHA, pengadukan semen dan pasir tidak dilakukan di lokasi pembangunan. Beton sudah dicetak terlebih dahulu di perusahaan beton pra-cetak. Sehingga tukang di lokasi pembangunan tinggal memasangnya. Inilah yang disebut dengan metode knock down. Pemasangan komponen ini menggunakan mur dan baut. Sementara itu, pembangunan Rumah RISHA tidak menimbulkan kebisingan karena tidak diperlukan kendaraan besar dan mesin-mesin berisik.

4. Lebih TAHAN GEMPA

Beberapa hal yang menyebabkan rumah konvensional runtuh sewaktu terjadi gempa: 1) kolom (pilar penyangga rumah) runtuh terlebih dahulu sebelum balok. Pemicu terjadinya hal ini adalah ukuran dimensi baja dalam kolom yang tidak sesuai dengan gambar rencana (biasanya lebih kecil dari seharusnya). Mengapa hal ini bisa terjadi? Faktor ekonomi dan kelalaian adalah alasannya. Pemberian dimensi baja yang lebih kecil tentu akan menghemat dana secara keseluruhan. Ditambah dengan faktor bahwa kita mengganggap enteng kemungkinan terjadinya gempa di suatu daerah. Masalah ini tidak akan terjadinya pada Rumah RISHA. Karena kolom dan balok sudah knock down sehingga tukang di lapangan tidak dapat merekayasanya. Kolom dan balok RISHA sudah dibuat sedemikian rupa hingga benar-benar tahan gempa.

5. Lebih RINGAN

Teknologi beton pra-cetak sudah sedemikian hebatnya sehingga mampu membuat kolom dan balok mempunyai massa yang ringan. Selain itu, penggunaan komputer membuat ukuran kolom sangat presisi. Ini berbeda dengan rumah konvensional yang dimana kolom yang satu lebih berat dari kolom yang lain. Walaupun lebih ringan, RISHA lebih kuat daripada rumah konvensional karena sambungan antar komponen yang sangat kuat dan presisi.

6. Dapat DIMODIFIKASI

Komponen-komponen rumah RISHA disatukan dengan mur dan baut. Jika anda hendak mengganti desain rumah anda, anda cukup melepas mur dan baut lalu memindahkan ke bagian yang lain sehingga tercipta desain yang berbeda. Hal ini memudahkan kita untuk dapat merubah fungsi bangunan. Contoh: ketika menghadapi gempa, rumah RISHA dapat diubah fungsinya menjadi puskesmas atau kantor.

Rumah RISHA adalah benar-benar merupakan solusi dalam memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pembangunan rumah konvensional. Sudah saatnya kita beranjak menggunakan ilmu dan teknologi untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat banyaknya gempa yang ada di Indonesia. RISHA adalah salah satu upaya PU untuk mengurangi banyaknya rumah yang roboh dan banyaknya korban yang tewas. Rumah RISHA sudah diaplikasikan oleh pemerintah dalam membangun 10.000 rumah di Aceh pasca bencana gempa dan tsunami. Sudah saatnya kita berbenah. Tinggalkan yang konvensional menuju masa depan yang lebih baik.(Panel Beton

Sumber : http://www.panelbeton.org/2015/11/risha-rumah-knock-down-made-in-indonesia.html
Readmore »» RISHA, Rumah Knock-Down Made in Indonesia

RISHA Menjawab

RISHA Menjawab - Temuan dibidang teknologi mampu melipat angka dan waktu ini. Untuk menyediakan ribuan rumah bagi para korban bencana tsunami dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah membangun rumah bernama RISHA. Sebutan yang cantik untuk model rumah . RISHA merupakan singkatan dari Rumah Instan Sederhana Sehat. Konsep pembangunan rumah dengan menggunakan teknologi RISHA merupakan hasil temuan dari puslitbang PU.





Paska terjadinya gempa tsunami Aceh, pemerintah membangun kembali pemukiman yang luluh lantak di beberapa titik seperti Banda Aceh, Lhokseumawe serta Meulaboh menggunakan teknologi RISHA yang sudah dipatenkan ini. Selain diterapkan pada korban bencana tsunami di Aceh, teknologi RISHA ini juga digunakan untuk membangun pemukiman setelah terjadi bencana gempa di Nias.




RISHA adalah salah satu bukti bahwa teknologi yang semakin canggih bisa membantu manusia mengatasi berbagai permasalahannya termasuk dalam urusan yang berkenaan dengan pemukiman. Sesuai dengan namanya, teknologi RISHA ini memakai sistem pracetak untuk bangunan bertipe sederhana. Seperti cara kerja pada permainan LEGO, konsep rumah RISHA ini memakai sistem knock down atau bongkar pasang pada berbagai komponen modulnya. Karena setiap komponen yang ada mengacu pada ukuran modulnya, makanya komponen-komponen yang dihasilkan tersebut bersifat fleksibel dan efisien terutama dalam penggunaan bahan baku bangunannya.

 

 Untuk gambaran tentang modul RISHA bisa mengamati gambar dibawah ini. Ada dua bagian utama dari modul RISHA ini, yakni panel dan simpul. Untuk panelnya yang terdiri dari P1 dan P2 ukurannya 120 cm x 30 cm dengan ketebalan 10 cm. Fungsi pemakaian simpul adalah untuk menghubungkan komponen yang berada di sisi serta sudut ruang. Sedangkan planelnya berfungsi sebagai kolom, sloof serta baloknya. Untuk menghubungkan antara berbagai komponen ini digunakan baut serta plat yang dipasangkan pada setiap lubang-lubang yang terdapat di setiap komponen.

Ada berbagai macam baut. Untuk kepentingan pembangunan rumah dengan teknologi RISHA ini, baut yang dipakai adalah baut jenis galvanis 14. Alternatif alat yang digunakan untuk menyambungkan berbagai komponen yang tidak bisa disatukan dengan baut adalah dengan menggunakan cara penyatuan dengan sistem kancing. Dalam sistem kancing ini, alat yang digunakan adalah plat baja galvanis yang memiliki ketebalan minimal 3 mm.(Panel Beton)

Sumber : http://www.panelbeton.org/2015/12/risha-menjawab.htmlhttp://www.panelbeton.org/2015/12/risha-menjawab.html



Readmore »» RISHA Menjawab

  ©Template by Dicas Blogger. Edit by Urang Diri